Bujukan Ibu DiBulan Mei
Semua telah membeku dalam waktu
Watak yang keras seperti batu
Ya,pagi itu aku pergi dari istana
Bagai sampan yang yang dilepaskan pergi

Waktu tidak akan kembali
Sirna sudah bermuara diistana itu
Berulang kali ibu memanggilku
Ya,setelah mendengar kata itu dari mulut sang ayah,aku beranjak menghilang

Bujukan bulan mei yang memilukan
Namun,awan hanya bergerak yg tak dapat untuk kembali
Cahaya purnama mulai redup
Jiwa istana mulai berubah

Kini aku hidup sendiri disudut kota
Mandiri andalan raga dan jiwa
Aku merasakan kesedihan yang mendalam
Tak ada kata pulang dari seorang ayah

Memang ini pribadikuyang tak bisa diatur
Ayah kecewa terhadapku
Hingga aku keluar dari  istana itu
Bujukan  dibulan mei yang mengharukan



Lewat pernikahan sulaiman dan asnawati saya dilahirkan,di bumi Aceh pada 11 juni 1996 dengan nama Wahyuna.Debut menulis saya berawal diSMP ,dilanjutin ketika SMA unggul Ali Hasjmy dan kemudian saya melanjutkan ke Universitas Syiahkuala di prodi Agroteknologi,walaupun di jurusan pertanian saya masih menekuni hobi menulis.


Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

deskripsi jagung manis varietas bonanza

cerpen remaja

puisi dibulan maret