Tahukah kamu tentang suku Gayo?
Di masyarakat gayo ada budaya
yang namanya kekeberen atau kabar-kabari seperti itu , ada
yang mengatakan sejarah dari masrakat gayo sendiri berasal dari Kerajaan Linge
dan ada juga yang menyebutkan masrakat gayo itu dari batak atau jika di
masyarakat gayo sendiri disebut batak 27
Tetapi
jika dilihat lagi dari temuan para peneliti di ujung karang mendale takengon
ada nya tengkorak dari nenek moyang masyrakat gayo yang telah diteliti telah
hidup sejak dari 6500 tahun yang lalu jika dikaitkan dengan batak 27
itu tidak masuk akal , tapi jika kkita kaitkan di masyarakat gayo adanya marga
marga , contohnya saja ada marga
a. CIBRO
b. MELALA
c. MUNTE
d. MAHLIGE
e. ARIGA
f. LINGE
g. TEBE
Agama
Islam
masuk ke Nusantara melalui Aceh, akan tetapi agama Islam masuk ke Gayo
memerlukan waktu oleh karena orang Gayo menganut animisme dan agama Budha, hal
ini dapat dilihat dari jejak-jejak kerangka yang ditemukan di Ujung Karang dan
Mendale yang berdasarkan uji carbon berusia 7400 tahun yang lalu.
dan setelah masuk nya islam ke
dataran tinggi gayo masyarakat gayo akhirnya memeluk agama islam dan sekarang
hidup dengan rukun dengan adat istiadat dan hukum yang berlaku .
Seni Budaya
Suatu
unsur budaya yang tidak pernah hilang di kalangan masyarakat gayo adalalah
kesenian yang tidak pernah mengalami kemunduran bahkan cenderung berkembang ,
Budaya
di gayo memang sudah ada darizaman nenek moyang saat raja linge ada budaya itu
turun temurun sampai sekarang masih ada dan merupakan ciri khas tersendiri dari
suku masyrakat gayo
bentuk kesenian yang
paling terkenal antara lain tari saman dan seni
bertutur yang disebut didong , selain untuk hiburan
dan rekreasi , bentuk-bentuk kesenian ini mempunyai fungsi ritual pendidikan
,sekaligus sebagai sarana untuk mempertahankan keseimbangan dan struktur sosial
masyarakat.
· Didong
Ada
banyak kesenian ada suku gayo salah satunya disong yaitu kesenian yang
memadukan unsur tari , vokal , serta sastra. Kata didong mendekati
pengertian kata denang atau donang yang
artinya nyanyian sambil bekerja bersama-sama dengan bunyi-bunyian
· Didong
niet
· Tuak
kukur
· Melengkan
· Dabus
· Tari
bines
· Tari
guel
· Tari
munalo
· Tari
sining
· Tari
turun ku aih aunen
· Tari
resam berume
· Tari
saman
Tari saman tarian ini
mencerminkan budaya gayo yang sangat kuat menganut agamanya dari gerak dan
lirik lagu yang di ucapkan oleh para penarinya , jumlah tari saman selalu
ganjil , tari saman dilakukan formasi berduduk berjejer rapat disertai gerakan
dinamis tangan dan kepala .
Soal alat musik di gayo ada
alat musik tradisional
· Canang
· Teganing
Kerajinan
· Kerawang
Gayo
· Kertan/
anyaman
Masakan khas suku gayo
· Masam
jeng
· Gutel
· Lepat
· Pulut
bekuah
· Cecah
· Pengat
Di
masyrakat gayo sendiri ada budaya yang dinamakan sumang , disini
maksudnya adalah cara orang dalam bermasyarakat yang dilarang atau interaksi
sosial orang yang tua dengan orang yang muda , yaitu
a. Sumang
percerakan :tabu
dalam cara dalam berbicara
b. Sumang
penengonen :tabu
dalam cara melihat
c. Sumang
pelangkahen :tabu
dalam cara berjalan
d. Sumang
pekunulen :tabu
dalam cara duduk
Bahasa
Berbicara
tentang bahasa di masyarakat gayo banyak yang berpendapat suku gayo memakai
bahasa aceh walau pun di aceh sendiri lebih didominasi bahsa aceh tapi
masyrakat gayo memiliki bahasa yaitu bahasa gayo bahsa gayo sangat jauh berbeda
dengan baha aceh dialeknya jauh berbeda.
Ditakengon
sendiri bahasa yang dipakai masyrakat adalah bahasa gayo , bahasa gayo ada
yang halus ada yang kasar karena kemajuan
zaman dan perubahan dan silih bergantinya suku dan ras yang masuk ke takengon
bahasa yang di pakai lebih sering bahasa kasar bahasa halus
lebih banyak yang mengetahui orang tua karena dalam bahasa halustersebut
banyak istilah-istilah yang harus dimengerti.
Dalam tutur berkeluarga di suku gayo ayah di panggil ama ibu
di panggil ine abang/kakak di panggil aka adik
dipanggil engi laki-laki disebut rawan/wen perempuan
disebut banan/ipak , Dalam bahasa gayo , suku gayo juga
mengenal tingkat kesopanan dalam berbicara dan ditunjukan dengan tutur (cara
memanggil orang) dengan panggilan yang sopan dan berbeda. Hal tersebut
menunjukan tata karma ,sopan santun, rasa hormat, penghargaan dan kasih sayang.
Kepada orang tua minsalnya akan memiliki tutur yang berbeda dengan anak-anak ,
dapat kita contohkan , pemakain panggilan ko dan kam ,yang
kedua kata tersebut memiliki arti yang sama (anda) . panggilan ko biasa
digunakan dari orang tua kepada yang lebih muda, sebaliknya, terasa janggal
atau tidak sopan bila yang muda mengatakan kata ko kepada
orang yang lebih tua , kata kam sendiri lebih sopan dari
kata ko . selain itu , kam itu menunjukan kata makna
kata jamak .
Contoh
percakapan dalam bahasa gayo (perkenalan)
Sahan
geral ni kam =siapa
nama anda
Geralku
melala =nama saya melala
Hana
keber
? =apa kabar ?
Keber
jeroh =kabar baik
Nge
eke mangan? =sudah makan
Gere
ilen =belum
Kehidupan Sosial
Di dalam ruang lingkup atau
lingkungan bermasyrakat , masyarakat gayo hidup di tengah-tengah masyrakat yang
di dalam ruang lingkupnya sedikit disebut kampong ,
setiap kampong di kepalai oleh gecik atau reje
kampong ,kumpulan beberapa kampong disebut kemukiman yang
di pimpin oleh mukim , dalam sistem pemerintahan tradisional
ada yang disebut sarak opat yang terdiri dari reje (raja) ,
petue(petua orang yang dituakan) , imem (imam) , dan rayat (rakyat)
Mata Pencarian
Di
gayo saat ini masrakat lebih banyak bercocok tanam , komuditi nya kebanyakkan
kopi , tapi didaerah danau laut tawar banyak masyrakat nya sebagai nelayan dan
sambil berkebun kopi juga , jika di daerah isaq itu lebih banyak
masyarakatnya memelihara atau mengembalai hewan tapi kopi lah yang
menjadi komuditi utama masyarakat gayo dan sebagai mata penncahariannya.


Comments
Post a Comment